SAMARINDA – Kebutuhan air minum dalam rapat dan kegiatan pemerintahan dinilai bisa menjadi peluang bagi Samaqua, produk air minum dalam kemasan (AMDK) milik Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda. Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, mendorong sekitar 30 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Samarinda menjadi pasar awal untuk memperluas penjualan produk tersebut.
Menurut Iswandi, kebutuhan air minum dalam kegiatan pemerintahan merupakan pasar yang sudah tersedia. Jika dapat dimanfaatkan dengan baik, permintaan dari OPD bisa menjadi pijakan bagi Samaqua sebelum memperluas pemasaran ke luar lingkungan pemerintah.
“Ini pasar sudah jelas. Samarinda punya 30 OPD, satu OPD berapa, pasti ada rapat, ada minum. Distribusi gitu saja sudah lumayan, baru lari lagi ke luar,” kata Iswandi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Senin (26/10/2026).
Meski peluangnya terbuka, Iswandi menilai pengelola Samaqua perlu memastikan kemampuan produksi dan distribusi mampu mengikuti kebutuhan pasar. Perluasan penjualan tanpa dukungan pasokan yang memadai berisiko membuat permintaan tidak terpenuhi.
Ia mengatakan, kapasitas produksi dan jalur distribusi Samaqua masih perlu ditelusuri lebih jauh. Komisi II berencana meminta penjelasan kepada pihak terkait mengenai perkembangan pemasaran produk tersebut.
“Mungkin kapasitas produksinya belum sebesar itu, mungkin juga mereka belum komunikasi mengenai channel distribusinya. Kita belum tahu lagi, nanti pasti kita panggil, kita tanya sampai sejauh mana,” ujarnya.
Selain pasokan, harga jual juga menjadi perhatian. Iswandi menilai Samaqua perlu menawarkan harga yang kompetitif agar mampu bersaing dengan produk AMDK lain yang sudah beredar di pasaran. Sebab, konsumen cenderung membandingkan harga ketika produk yang dibeli memiliki fungsi serupa.
“Seharusnya bisa, karena air ini kan kebutuhan dasar. Sejauh pertama harga bersaing. Jangan orang lain harganya Rp1.000, dia Rp2.000, padahal sama,” tegasnya.
Ia turut menyoroti pengaturan penyediaan air minum dalam kegiatan pemerintah. Menurutnya, penggunaan beberapa merek dalam satu acara perlu dikelola dengan baik agar kesempatan memperkenalkan produk lokal tidak terlewatkan.
Bagi Iswandi, pasar OPD dapat menjadi langkah awal, tetapi bukan satu-satunya sasaran pemasaran Samaqua. Perusahaan tetap perlu memperkuat distribusi, menjaga ketersediaan produk, dan menyesuaikan harga dengan kondisi pasar.
Komisi II DPRD Samarinda akan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kesiapan produksi serta strategi pemasaran Samaqua. Iswandi berharap produk milik perusahaan daerah itu dapat berkembang melalui perencanaan penjualan yang terukur.
“Evaluasi tersebut diharapkan membantu produk lokal memperluas jangkauan penjualan dan bersaing di pasar air minum kemasan,” demikian Iswandi. (Adv)
