Instankaltim.com – Kutim – Momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2026, Dukungan terhadap pendidikan inklusif dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus diperkuat PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terintegrasi dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), KPC menghadirkan berbagai kontribusi, mulai dari pembangunan sarana pendidikan, pelatihan, pemberdayaan difabel, hingga pemberian beasiswa tanpa diskriminasi.
Hal tersebut disampaikan Superintendent Community, Health and Education (CHE) KPC, Febriana Kurniasari, di sela kegiatan Seminar Nasional dan Lesson Study dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi, Kutim, Rabu (03/11/2026).
“Komitmen ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh kesempatan pendidikan yang layak, lingkungan belajar yang nyaman, serta ruang untuk mengembangkan potensi dan kemandirian,” ujar Febriana.
Febriana juga menjelaskan dukungan KPC terhadap pendidikan inklusif diwujudkan melalui sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan sekolah maupun peserta didik berkebutuhan khusus.
“KPC secara bertahap telah memberikan dukungan infrastruktur untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman. Di antaranya pembangunan gedung dan pagar SLB Negeri Sangatta,” jelasnya.
Lebih lanjut, Febriana mengungkapkan KPC juga menjalin kerja sama dengan SLB Bahasa Hati melalui program yang lebih komprehensif, meliputi pelatihan serta bantuan infrastruktur untuk menunjang kegiatan pendidikan di sekolah tersebut.
“Melalui program CSR dan PPM, dukungan kami tidak hanya pada pembangunan fasilitas, tetapi juga bagaimana anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kemampuan mereka,” ungkapnya.
Tak berhenti pada dukungan infrastruktur, KPC juga mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas dan penguatan inklusi sosial. Dalam pelaksanaannya, perusahaan berkolaborasi dengan kontraktor PT Pamapersada Nusantara dan PT Kalimantan Prima Persada (KPP), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kutim.
“Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan festival, pelatihan, serta penyediaan wadah kreativitas bagi anak-anak difabel, khususnya siswa SLB di Kutim untuk mengasah bakat, kreativitas, sekaligus membangun kepercayaan diri dan kemandirian mereka,” terangnya.
Lebih jauh, ia menuturkan siswa SLB juga mendapatkan kesempatan mengikuti kunjungan edukasi dan pengenalan lingkungan di luar sekolah untuk menambah pengalaman belajar bagi peserta didik agar mengenal lingkungan sosial secara lebih luas.
“Dukungan lainnya juga diwujudkan melalui program Beasiswa Berdaya KPC di bawah payung program jaminan pendidikan formal. Program ini menyediakan beasiswa dan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, siswa berprestasi, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus di sekitar wilayah lingkar tambang,” tuturnya.
Menurut Febriana, akses pendidikan harus terbuka bagi semua anak tanpa membedakan kondisi maupun latar belakang. Karena itu, dukungan perusahaan diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan bagi anak berkebutuhan khusus dalam memperoleh pendidikan yang layak.
“Kehadiran dan dukungan perusahaan merupakan wujud nyata KPC yang ikut membersamai kemajuan masyarakat Kutai Timur, khususnya bidang pendidikan, tanpa memandang perbedaan,” katanya.
Ia berharap, melalui berbagai program tersebut, cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas juga semakin terbuka. Anak berkebutuhan khusus tidak semestinya hanya dilihat dari keterbatasannya, tetapi juga dari potensi, talenta, dan kontribusi yang dapat mereka berikan di berbagai bidang.
“Bagaimana kita mengubah stigma dan cara pandang masyarakat bahwa penyandang disabilitas memiliki keterbatasan, menjadi melihat potensi, talenta, dan kontribusi nyata mereka di berbagai bidang,” tutupnya.(*).
