IMG-20251122-WA0018 1793552171843

DPRD Bontang Prihatin Siswa di Bontang Lestari Harus PJJ Imbas Karhutla

Salah satu sekolah yang dipulangkan akibat kabut asap

Instankaltim.com – BONTANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Bontang Lestari berdampak terhadap aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah di kawasan tersebut terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) demi menghindari risiko kesehatan dan keselamatan siswa.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, keputusan sekolah menerapkan PJJ merupakan langkah tepat mengingat kondisi lingkungan yang belum aman akibat kebakaran.

Ia menilai keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas. Sekolah tidak seharusnya memaksakan pembelajaran tatap muka apabila situasi di sekitar lingkungan pendidikan masih berisiko.

“Memang kita prihatin dengan kebakaran hutan yang terjadi, khususnya di daerah Bontang Lestari. Untuk urusan pendidikan, saya kira sekolah sudah cukup baik dalam mengambil tindakan. Kita juga tidak mau memaksakan anak-anak masuk sekolah karena berbahaya bagi mereka,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).

Meski demikian, Heri berharap penerapan PJJ tidak berlangsung terlalu lama. Ia berharap penanganan karhutla dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas belajar mengajar secara tatap muka bisa kembali berjalan normal.

Di sisi lain, ia meminta aparat terkait menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Langkah tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan kembali mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pendidikan.

“Kalau memang ada pembakaran atau tindakan yang tidak sesuai aturan, harus ditindak tegas. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang karena kasihan masyarakat,” tegasnya.

Heri juga menyoroti kondisi lahan di Bontang Lestari yang diduga cukup kering sehingga berpotensi memperparah kebakaran. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah kebakaran yang terjadi murni dipicu kondisi kekeringan atau ada unsur kesengajaan.

Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya, kebakaran kerap diketahui ketika api sudah terlanjur membesar. Karena itu, ia berharap upaya pencegahan dan pengawasan di kawasan rawan karhutla turut diperkuat.

Ia juga berharap kondisi cuaca segera membaik seiring datangnya musim hujan, sehingga dapat membantu proses pemadaman dan mengurangi potensi kebakaran susulan.

“Harapannya segera tertangani dan tidak ada lagi kebakaran. Kalau kondisi sudah aman, anak-anak juga bisa kembali belajar seperti biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin, mengatakan sekolah yang terdampak kabut asap berhak menerapkan PJJ demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

“Sekolah tidak perlu lagi menunggu arahan dari kami (dinas) karena itu akan lama prosesnya sementara keselamatan siswa itu yang nomor satu, dan sebelumnya juga kepala dinas sudah mengeluarkan surat edaran jika memang perlu dilakukan PJJ maka pihak sekolah bisa melakukan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *