Samarinda — DPRD Kota Samarinda mengingatkan generasi muda untuk lebih siap menghadapi persaingan di era digital yang semakin terbuka dan kompetitif. Pelajar dinilai perlu mulai membangun kemampuan serta keterampilan sejak dini agar mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari berbagai daerah hingga luar negeri.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan perkembangan teknologi saat ini telah mengubah pola persaingan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Menurutnya, generasi muda tidak lagi hanya bersaing dengan pelajar di lingkungan sekitar, tetapi juga dengan individu dari berbagai wilayah bahkan negara lain.
“Persaingan kita bukan hanya sesama pelajar di Samarinda, tapi sudah se-Indonesia bahkan internasional,” ujarnya, (13/5/26).
Menurut Ismail, tantangan pada masa depan akan semakin kompleks sehingga membutuhkan kemampuan yang lebih beragam. Karena itu, pelajar diminta tidak hanya mengandalkan pendidikan formal di sekolah, tetapi juga aktif mengembangkan keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menilai kemampuan komunikasi, kepemimpinan, penguasaan teknologi, hingga pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting yang harus dimiliki generasi muda untuk menghadapi dunia kerja di masa mendatang. Keterampilan tersebut dinilai mampu membantu pelajar beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sangat cepat di era digital.
“Ke depan itu menuntut kecerdasan yang beragam dan kemampuan menguasai berbagai skill yang berbeda,” katanya.
Selain itu, Ismail juga menegaskan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Menurutnya, pengalaman di luar sekolah justru memiliki peran besar dalam membentuk karakter, pola pikir, dan kemampuan sosial generasi muda.
“Sekolah itu penting, tapi bukan satu-satunya tempat belajar,” jelasnya.
Ia mendorong pelajar agar aktif mengikuti organisasi, kegiatan ekstrakurikuler, maupun aktivitas sosial lainnya untuk memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan diri. Menurutnya, pengalaman tersebut akan menjadi nilai tambah penting ketika memasuki dunia kerja maupun persaingan global.
Ismail menambahkan, masuknya tenaga kerja dari luar daerah hingga luar negeri merupakan tantangan nyata yang harus dihadapi generasi muda Samarinda. Karena itu, ia meminta pelajar tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini dan terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing di tengah perkembangan zaman yang semakin kompetitif.
DPRD berharap generasi muda Samarinda dapat tumbuh menjadi sumber daya manusia yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi sehingga mampu menghadapi tantangan global di masa depan. (Adv)
