IMG-20251122-WA0018 1793552171843

APBD Samarinda Menyusut, Viktor Yuan Minta Program Pembangunan Disaring Ketat

Anggota DPRD Kota Samarinda Viktor Yuan

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda diminta meninjau kembali program pembangunan yang akan dijalankan menyusul menyusutnya kemampuan anggaran daerah. Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, menilai program yang tidak mendesak perlu ditunda agar anggaran tersedia untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

Hal itu disampaikan Viktor saat reses masa persidangan III 2026 di Sempaja, Samarinda (5/10/2026). Ia menyoroti perubahan kemampuan keuangan daerah yang dinilai berpengaruh langsung terhadap pelaksanaan pembangunan dan pemenuhan aspirasi masyarakat.

Dalam APBD Perubahan 2026, anggaran Kota Samarinda ditetapkan sebesar Rp3,756 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan APBD sebelum perubahan yang mencapai Rp3,969 triliun. Kondisi ini juga berbeda jauh dari periode ketika anggaran daerah berada di kisaran Rp5,8 triliun.

“Kemarin kita punya APBD sekitar Rp5,8 triliun. Sekarang sisanya Rp3,3, Rp3,4 triliun. Nanti terkoreksilah dengan data di pemerintah kota,” kata Viktor.

Menurutnya, perubahan transfer ke daerah turut memengaruhi kemampuan pemerintah membiayai berbagai kebutuhan. Karena itu, penyusunan program tidak bisa lagi dilakukan tanpa mempertimbangkan ketersediaan dana dan tingkat urgensinya.

Dampaknya turut dirasakan dalam penyerapan aspirasi warga melalui reses. Berbagai usulan yang dihimpun anggota dewan dapat dimasukkan ke dalam pokok-pokok pikiran DPRD, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kemampuan anggaran.

“Dari 10 atau 20 program aspirasi yang kita jadikan program usulan dalam bentuk pokok-pokok pikiran, lalu terkendala dengan keuangan yang tersedia,” ujarnya.

Dalam APBD Perubahan 2026, pendapatan daerah diproyeksikan sekitar Rp3,680 triliun. Rinciannya terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1,345 triliun, pendapatan transfer Rp2,318 triliun, serta pendapatan lain-lain yang sah sekitar Rp16,61 miliar.

Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa perubahan anggaran dilakukan melalui efisiensi, rasionalisasi, dan penajaman prioritas agar belanja pemerintah tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Viktor juga mengajak masyarakat memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia untuk membantu menjaga aktivitas usaha dan perputaran ekonomi daerah.

“Kita harus melihat peluang-peluang yang ada supaya kita bisa membantu Kota Samarinda, menjaga stabilitas ekonomi, menjaga inflasi dan sebagainya sehingga perekonomian kita tetap berjalan dengan baik,” demikian Viktor. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *