IMG-20251122-WA0018 1793552171843

Koperasi Merah Putih di Samarinda Belum Terlihat Berdampak, Viktor Minta Evaluasi Operasional

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan

SAMARINDA – Keberadaan Koperasi Merah Putih di 59 kelurahan di Samarinda dinilai perlu dievaluasi, terutama dari sisi operasional dan manfaatnya bagi masyarakat. Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengingatkan bahwa pembangunan fisik belum cukup jika koperasi belum berjalan dan belum dirasakan manfaatnya oleh warga.

Viktor mengatakan, hingga kini dirinya belum melihat koperasi yang beroperasi secara optimal. Padahal, program tersebut diharapkan menjadi salah satu cara membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong perputaran ekonomi di lingkungan kelurahan.

“Saya belum melihat koperasi mana yang beroperasi sudah dengan baik dan belum berjalan,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Samarinda, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan program tidak semestinya hanya dihitung dari jumlah gedung yang dibangun. Koperasi perlu memiliki kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan warga, seperti menyediakan sembako, gas elpiji, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ia menilai, pengelola harus memahami kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan begitu, barang dan layanan yang disediakan dapat dimanfaatkan warga, bukan sekadar melengkapi fasilitas yang sudah dibangun.

Viktor juga mengingatkan pengalaman Koperasi Unit Desa (KUD) pada masa lalu yang dinilainya belum berjalan optimal. Pengalaman tersebut, menurut dia, perlu dijadikan bahan evaluasi agar persoalan serupa tidak terulang dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.

“Seandainya koperasi ini bisa menjadi solusi terhadap kesulitan ekonomi masyarakat yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Samarinda, itu bagus,” katanya.

Selain mempertanyakan operasional koperasi, Viktor menyinggung persoalan pembayaran pekerjaan pembangunan. Ia menyebut masih terdapat kontraktor maupun subkontraktor yang belum menerima pembayaran. Persoalan tersebut juga perlu ditangani agar tidak berlarut-larut.

Bagi Viktor, evaluasi perlu mencakup kesiapan pengelola, ketersediaan barang, serta kemampuan koperasi mempertahankan kegiatan usaha setelah pembangunan selesai. Tanpa hal tersebut, keberadaan koperasi belum tentu memberikan dampak ekonomi seperti yang diharapkan.

Ia berharap pemerintah memastikan setiap koperasi dapat beroperasi dan menjawab kebutuhan dasar warga, sehingga program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fasilitas.

“Intinya saya menekankan supaya Koperasi Merah Putih itu bisa berjalan dan berdampak kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat,” demikian Viktor. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *