SAMARINDA – Rencana masuknya taksi argometer dari Grup Blue Bird ke Kota Samarinda mendapat perhatian DPRD. Pemerintah kota diminta menyiapkan aturan yang jelas agar kehadiran operator baru tidak merugikan angkutan kota (angkot) dan pelaku transportasi lokal.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi transportasi yang sudah berjalan sebelum memberikan ruang bagi operator baru. Menurutnya, peluang usaha memang terbuka bagi siapa saja, tetapi keberadaan pengusaha dan kendaraan lokal juga harus diperhatikan.
“Semua peluang usaha memang terbuka untuk siapa saja. Tapi pesan saya kepada Wali Kota, utamakan pengusaha lokal. Utamakan kendaraan lokal,” kata Viktor (13/10/2026).
Ia menyarankan Pemkot Samarinda mempelajari pengelolaan transportasi di Kota Bogor, khususnya dalam menjaga keberadaan angkot di tengah perkembangan layanan transportasi modern. Pembenahan armada angkutan lokal juga dinilai perlu dilakukan agar tetap bisa bersaing dan menjadi pilihan masyarakat.
Selain persaingan usaha, Viktor mengingatkan potensi gesekan antara sopir angkot dan pengemudi transportasi daring. Menurutnya, persoalan tersebut harus diantisipasi sejak awal melalui pengaturan yang jelas dan komunikasi dengan para pelaku transportasi.
Sementara itu, Pemkot Samarinda masih mengkaji rencana operasional taksi argometer Blue Bird. Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan penambahan layanan tidak memicu kemacetan maupun perselisihan dengan angkutan sewa khusus (ASK) yang telah beroperasi.
Berdasarkan master plan transportasi, kuota yang disiapkan untuk taksi argometer di Samarinda sekitar 100 armada. Blue Bird sendiri telah memiliki layanan di Balikpapan, termasuk di kawasan bandara dan pusat perbelanjaan.
Viktor berharap pemerintah memastikan kebijakan transportasi berjalan seimbang sehingga operator baru dapat berusaha tanpa mengabaikan kepentingan pelaku transportasi lokal.
“Pemerintah kota harus jeli melihat ini, supaya tidak ada gesekan di lapangan. Terutama antar pengusaha, antar sopir, dan antar kendaraan angkot,” demikian Viktor. (Adv)














