SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, mendukung wacana penerapan kembali kebijakan tidak otomatis naik kelas pada tahun ajaran 2027/2028. Menurutnya, kenaikan kelas harus didasarkan pada pencapaian belajar siswa, bukan sekadar rutinitas di akhir tahun ajaran.
Wacana yang disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti itu dinilai dapat mendorong siswa lebih serius mengikuti proses pembelajaran. Anhar menilai, sistem evaluasi yang jelas diperlukan agar siswa memahami bahwa kenaikan kelas harus disertai usaha dan pencapaian akademik.
“Saya mendukung 1.000 persen dan saya pernah melalui itu. Itu luar biasa dan itu yang menempa saya,” ujarnya.
Anhar mengenang masa sekolah ketika siswa harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi ujian. Belajar hingga malam, bahkan dini hari, menjadi bagian dari upaya memahami materi sebelum mengikuti ujian di sekolah.
Pengalaman tersebut, kata dia, turut membentuk kedisiplinan dan kesungguhan dalam belajar. Ia menilai prinsip itu perlu kembali diperkuat agar siswa tidak menganggap kenaikan kelas sebagai sesuatu yang pasti diperoleh setiap tahun.
“Kalau sekarang kan mau berapa saja nilainya lulus, enggak ada lagi kata tidak lulus,” katanya.
Anhar menegaskan, siswa yang sudah memenuhi persyaratan akademik tetap harus diberi kesempatan naik kelas. Sebaliknya, siswa yang belum mencapai standar perlu menjalani evaluasi agar proses pendidikan tetap mengutamakan hasil belajar.
“Kita berharap ini mendorong siswa lebih serius belajar dan tidak menganggap kenaikan kelas sebagai sesuatu yang otomatis,” demikian Anhar. (Adv)














