Instankaltim.com – BALIKPAPAN – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Balikpapan berada pada status yang sangat mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan melaporkan, memasuki periode September 2026, akumulasi peristiwa karhutla yang berhasil ditangani petugas telah menembus angka 76 kasus dengan total area lahan yang hangus terbakar mencapai 41,6 hektare.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menjelaskan bahwa mayoritas titik api melanda kawasan lahan terbuka yang dipenuhi oleh vegetasi semak belukar dan ilalang kering. Karakteristik lahan yang minim kelembapan akibat paparan cuaca panas ekstrem ini membuat material tersebut bertindak sebagai bahan bakar yang sangat mudah tersulut sekaligus mempercepat perambatan api.
Berdasarkan data pemetaan wilayah kerawanan, sebaran kasus karhutla di Kota Minyak didominasi oleh tiga kecamatan utama:
* Balikpapan Timur: Menjadi wilayah dengan angka kerawanan tertinggi dengan 24 kasus, di mana Kelurahan Manggar mendominasi sebanyak 15 kejadian.
* Balikpapan Selatan: Menyusul di posisi kedua dengan catatan 21 kasus, dengan titik konsentrasi terbanyak berada di Kelurahan Sepinggan yaitu 11 kejadian.
* Balikpapan Utara: Mencatat sebanyak 20 kasus, dengan Kelurahan Graha Indah dan Karang Joang masing-masing menyumbang 9 kejadian.
* Sektor Lain: Balikpapan Tengah mencatat 6 kejadian dan Balikpapan Barat sebanyak 5 kejadian.
Grafik lonjakan kasus tertinggi dilaporkan terjadi sepanjang bulan Agustus dengan total 40 kasus, sementara pada paruh awal September berjalan telah tercatat 29 kejadian. Tingginya angka ini membuat petugas pemadam kebakaran harus bergerak ekstra cepat mengingat banyak lahan terbuka yang terbakar posisinya berdekatan langsung dengan zona permukiman padat penduduk.
Merespons ancaman yang belum mereda ini, BPBD Balikpapan mengeluarkan larangan keras bagi para pemilik lahan maupun warga umum untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan lahan dengan metode pembakaran (slash and burn) serta pembakaran sampah rumah tangga secara sembarangan. Partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi dini jika melihat kepulan asap di sekitarnya sangat krusial agar pemadaman taktis dapat segera dilakukan sebelum api meluas tak terkendali.













