Kesbangpol Kutim Gelar Bimtek Bela Negara, Siapkan Kader Berkarakter dan Berjiwa Nasionalisme

Foto : kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Bela Negara Bagi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) dan Purna Paskibraka serta Mahasiswa Tahun 2026.

Instankaltim.com – Kutim – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Bela Negara Bagi Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) dan Purna Paskibraka serta Mahasiswa Tahun 2026 di Aula Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Senin (13/04/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono, Komandan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Rukin, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Agama (Iwakososbudgama) Kesbangpol Kutim, Hapiah dan diikuti kurang lebih 100 orang peserta.

Kegiatan Bimtek ini berlangsung selama tiga hari mulai dari tanggal 12 sampai 15 April 2026 dengan tujuan mempersiapkan kader bela negara dan garda terdepan bangsa yang dipersiapkan menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila, disiplin dan cinta tanah air.

Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Kutim Tejo Yuwono menyampaikan proses bela negara adalah proses yang telah ditentukan oleh negara yang didasari cinta pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara selalu berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar dalam bertindak, bersikap, dan berperan dalam menjaga keutuhan bangsa,” ujar Tejo.

Tejo mengungkapkan bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban bagi setiap warga negara. Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya bela negara menjadi wujud nyata tanggung jawab bersama untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.

“Sebagai warga negara dari tingkat pelajar dan mahasiswa, tugasnya adalah terus menerus belajar untuk membentuk karakteristik dirinya masing-masing,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap para peserta bisa memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme serta mandiri, sehingga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat saling bekerjasama atau berkolaborasi untuk menjaga eksistensi bangsa Indonesia di era modern dan digitalisasi.

“Jangan sampai eksistensi bangsa kita menjadi hilang, hanya karena diserang oleh negara lain. Karena itu, semangat bela negara harus terus ditanamkan dalam setiap diri masing-masing warga negara,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta bimtek agar tetap menjaga kesehatan dan mental serta tetap menaati seluruh aturan yang berlaku selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Dodikjur Rindam VI/Mulawarman yang telah berkenan memberikan bantuan dan bimbingan bagi para peserta. Sinergi dan kerja sama yang terjalin ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara,” pungkasnya.

Exit mobile version