IMG-20251122-WA0018

Hadapi Puncak Kemarau, Wawali Bagus Susetyo Minta Warga Balikpapan Hemat Air dan Stop Bakar Lahan

Instankaltim.com – BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung lebih panjang tahun ini. Dua fokus utama menjadi perhatian serius, yakni menjaga ketahanan cadangan air bersih dan mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang rawan terjadi saat kondisi lahan mengering.

Wakil Wali Kota Balikpapan, H Bagus Susetyo, menyampaikan imbauan tersebut usai menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD Balikpapan pada Senin (14/9/2026). Ia meminta seluruh elemen masyarakat, mulai dari warga, pelaku usaha, hingga jajaran pemerintah, untuk bersama-sama mengambil peran dalam menghadapi dampak kemarau.

Menurut Bagus, penggunaan air secara bijak menjadi kunci utama agar ketersediaan air bersih di Kota Balikpapan tetap terjaga selama musim kemarau. Masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menggunakan air dan memprioritaskan kebutuhan pokok sehari-hari, serta menunda aktivitas yang membutuhkan air dalam jumlah besar jika tidak mendesak.

“Dalam menghadapi puncak kemarau ini, kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Balikpapan agar menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan. Hindari pemborosan, terutama untuk kebutuhan yang tidak mendesak,” kata Bagus usai menghadiri paripurna di kantor DPRD Balikpapan, Senin (14/9/2026).

Ia menegaskan bahwa menjaga cadangan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah atau PDAM semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga kota. Langkah penghematan sekecil apapun dinilai akan sangat berarti dalam menjaga stabilitas pasokan air.

Selain persoalan air, ancaman karhutla juga menjadi perhatian serius Pemkot. Kondisi cuaca yang panas dan lahan yang kering membuat risiko munculnya titik api menjadi jauh lebih tinggi. Bagus secara tegas melarang masyarakat untuk membuka lahan dengan cara membakar, termasuk kebiasaan membakar sampah sembarangan di lahan kosong atau di sekitar permukiman yang bisa dengan mudah merembet.

“Jangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Pembakaran sampah secara sembarangan juga harus dihindari karena dapat memicu kebakaran, terlebih dalam kondisi musim kemarau,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap tindakan pembakaran yang disengaja dan menimbulkan kerugian dapat dikenakan sanksi hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran masyarakat menjadi sangat penting.

Pemkot juga meminta warga untuk menyiapkan sumber air cadangan di lingkungan masing-masing yang dapat digunakan untuk penanganan awal jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Kesiapsiagaan dini ini diharapkan dapat mempercepat respons sebelum api membesar dan meluas ke area lain.

Yang tidak kalah penting, Bagus meminta masyarakat untuk tidak abai jika melihat kemunculan asap atau titik api, sekecil apapun itu. Laporan cepat dari warga dinilai menjadi faktor penentu keberhasilan pemadaman.

“Kalau masyarakat melihat ada titik asap atau api, segera laporkan kepada pihak terkait. Jangan menunggu sampai api membesar, karena semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula dilakukan penanganan,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya imbauan ini, kesadaran kolektif warga Balikpapan dapat meningkat. Upaya penghematan air dan pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah. Kita semua harus bersama-sama menjaga ketersediaan air dan mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau,” pungkas Bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *