Instankaltim.com – Kutim – Antusiasme generasi muda Kutai Timur (Kutim) mengikuti program kewirausahaan terbilang cukup tinggi. Hal ini terlihat saat PT Kaltim Prima Coal (KPC) resmi membuka tahap perdana Selling Competition yang diikuti ratusan peserta di Wisma Rayah PT KPC, Sangatta, Selasa (15/9/2026).
Program Kutimpreneur Batch 2 yang merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) KPC ini mengusung tema “Kreatif Berkarya, Berani Berwirausaha”. Program ini diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausahawan muda sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Pembukaan program tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Kutim Dr. Juniarti, General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan, Manager Community Empowerment (CE) KPC Moh. Yusuf, Manager Bengalon Community Relations and Development Department (BCRD) Syahruldin, Superintendent Local Business Development (LBD) Faizal, Superintendent Community Development BCRD Naufal Fadhil, Specialist CE sekaligus PIC Rio Rahim, serta Roinah Barokatin dari KITS Sangatta.
Dari 156 pendaftar yang mengikuti proses seleksi, panitia menetapkan 80 peserta yang berasal dari 45 bidang usaha. Peserta tersebut terdiri dari 50 pelaku usaha aktif, 15 perintis ide bisnis, serta 14 mantan pelaku usaha yang kembali mencoba membangun bisnis.
General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Wawan Setiawan, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti program tersebut.
Ia berpesan agar peserta tidak hanya mengejar keberhasilan bisnis, tetapi juga membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mari menjadi pengusaha muda yang berjiwa sosial dan menciptakan kebaikan bagi sesama. Keberkahan adalah bekal penting dalam perjalanan panjang ke depan. Saya yakin, pada waktunya teman-teman akan menjadi pengusaha sukses,” tutur Wawan.
Sementara itu, Person in Charge (PIC) Kutimpreneur Batch 2, Rio Rahim, mengatakan pelaksanaan program menyasar generasi muda berusia 18 hingga 30 tahun.
“Alhamdulillah pembukaan berjalan lancar dan hari ini langsung masuk sesi selling competition pertama. Harapan kami, kegiatan ini mampu menumbuhkan wirausahawan baru di Kutai Timur sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah sekaligus menekan angka pengangguran,” ujar Rio.
Ia menjelaskan, tahap Selling Competition dilaksanakan dalam tiga tahapan. Dari proses tersebut nantinya akan dipilih 30 peserta terbaik untuk mengikuti Business Camp selama tiga hari dua malam.
“Pembinaan kemudian dilanjutkan melalui Praktik Pengembangan Bisnis selama satu bulan, sebelum peserta menghadapi Business Proposal Competition di hadapan dewan juri dan investor potensial,” jelasnya.
Program tidak berhenti pada kompetisi. KPC juga menyiapkan pendampingan dan pemantauan secara intensif selama dua tahun untuk membantu peserta mengembangkan usahanya agar mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui Kutimpreneur Batch 2, KPC menargetkan lahirnya generasi pengusaha muda yang tidak hanya mampu menciptakan usaha bagi dirinya sendiri, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memberikan dampak bagi masyarakat Kutai Timur.(*).
