IMG-20251122-WA0018 1793552171843

Sri Puji Ingatkan Pengawasan Anak dan Keselamatan Hotel Usai Balita Tewas Terjatuh

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti

SAMARINDA – Tragedi balita yang tewas setelah terjatuh dari lantai lima sebuah hotel di Samarinda menjadi pengingat pentingnya perlindungan anak di ruang publik. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, meminta orangtua meningkatkan pengawasan sekaligus mendorong pengelola hotel memastikan area berbahaya memiliki pengamanan yang memadai.

Sri Puji menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia mengingatkan bahwa anak usia dini belum mampu memahami risiko di sekelilingnya, sehingga membutuhkan perhatian lebih saat berada di tempat baru, terutama bangunan bertingkat.

“Saya turut berduka atas kejadian ini. Tentu ini menjadi perhatian kita bersama, terutama bagi orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya. Apalagi ketika berada di lingkungan yang memiliki risiko membahayakan keselamatan mereka,” kata Sri Puji.

Menurutnya, orangtua perlu lebih waspada ketika anak berada di dekat balkon, jendela, atau akses menuju bagian luar bangunan. Kelengahan sesaat dapat berakibat fatal jika anak berada di area yang berisiko.

“Jangan sampai lengah, sebab kita tentu tidak ingin kejadian seperti ini terulang dan menimpa anak-anak lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, Sri Puji menegaskan bahwa upaya menjaga keselamatan tamu tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada keluarga. Pengelola hotel juga memiliki peran penting dalam memastikan fasilitas dan lingkungan bangunan aman digunakan oleh berbagai kelompok tamu, termasuk keluarga yang membawa anak kecil.

Ia meminta pengelola memeriksa area yang berpotensi membahayakan, khususnya balkon dan akses ke bagian luar bangunan. Pengamanan seperti pagar pembatas maupun penutup otomatis dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan tingkat risiko.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat titik rawan yang perlu diperbaiki. Dengan evaluasi menyeluruh, potensi kecelakaan di lingkungan hotel diharapkan dapat dicegah sejak awal.

Sri Puji menilai, fasilitas penginapan yang kerap digunakan keluarga perlu memperhatikan keselamatan anak sebagai bagian dari perlindungan terhadap seluruh tamu. Standar keamanan harus diterapkan secara serius, bukan hanya pada area umum, tetapi juga pada bagian bangunan yang dapat diakses tamu.

Ia berharap kejadian ini mendorong pengelola hotel lebih cermat mengevaluasi fasilitas serta meningkatkan langkah pencegahan di area berisiko.

“Keamanan area hotel, khususnya balkon dan tempat-tempat yang berisiko bagi anak, harus benar-benar diperhatikan agar keselamatan para tamu tetap terjaga,” demikian Sri Puji Astuti. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *