Program BTS Ditargetkan Berjalan 2027, Bus Kota Jadi Pilihan Baru Warga Samarinda

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata

SAMARINDA – Rencana pengoperasian bus kota di Samarinda pada 2027 membawa harapan sekaligus tantangan bagi sektor transportasi. Di satu sisi, layanan ini dapat memperluas pilihan perjalanan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah perlu memastikan pengusaha transportasi yang sudah beroperasi tetap memiliki kesempatan menjalankan usahanya.

Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata, menyatakan dukungannya terhadap investasi yang bisa meningkatkan pelayanan publik. Namun, ia mengingatkan agar pengembangan moda baru tidak mengabaikan kondisi angkutan kota, taksi, maupun transportasi berbasis aplikasi.

Bus kota tersebut direncanakan masuk dalam program Buy The Service (BTS) yang dikelola Dinas Perhubungan. Pada tahap awal, trayeknya kemungkinan difokuskan ke kawasan perkotaan.

Besarnya kebutuhan mobilitas warga juga perlu menjadi dasar perencanaan. Dengan jumlah penduduk Samarinda yang mendekati satu juta jiwa, jangkauan dan pola layanan harus disesuaikan agar bus kota benar-benar menjawab kebutuhan penumpang.

“Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jangkauan dan pola layanan bus kota,” katanya.

Aris berpandangan, persaingan di sektor transportasi seharusnya mendorong setiap penyedia layanan meningkatkan kualitasnya. Karena itu, penentuan trayek tidak cukup hanya berorientasi pada pengoperasian bus, tetapi juga perlu melihat pemerataan layanan dan dampaknya terhadap usaha yang sudah berjalan.

“Karena itu, perencanaan trayek dan pelaksanaan program bus kota perlu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan penumpang, pemerataan layanan, serta kondisi transportasi yang sudah berjalan di Samarinda,” tutupnya. (Adv)

Exit mobile version