SAMARINDA – Wakil Ketua III DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, meminta Pemkot Samarinda menyeleksi pelaku UMKM yang akan berjualan di Teras Samarinda II. Pedagang yang terpilih harus memperhatikan kualitas produk, cita rasa, kebersihan, kemasan, hingga harga jual.
Menurut Celni, keberadaan lapak saja tidak cukup untuk membuat usaha ramai pembeli. Produk yang dijual harus sesuai dengan selera masyarakat dan memiliki kualitas yang baik.
“Pengalaman saya melaksanakan kegiatan UMKM setiap tahunnya, masyarakat itu lebih tertarik kepada rasa, kemasan, dan juga kebersihan. Jadi kita berharap dari pihak Pemkot juga melakukan sortir atau kurasi untuk yang akan berjualan di Teras Samarinda II nantinya,” kata Celni saat ditemui di DPRD Samarinda (21/10/2026).
Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda berencana menyiapkan 14 tenan di area dermaga Teras Samarinda II melalui kerja sama dengan Bank Mandiri. Celni memperkirakan kawasan tersebut dapat menampung sekitar 10 hingga 14 pelaku usaha.
Ia meminta proses seleksi diikuti pembinaan. Pelaku UMKM perlu mendapat arahan mengenai cara menjaga kebersihan, memperbaiki kemasan, mempertahankan cita rasa, serta menetapkan harga yang sesuai dengan daya beli pengunjung.
Celni menegaskan, kurasi bukan untuk menutup kesempatan pedagang kecil. Sebaliknya, seleksi tersebut diperlukan agar mereka bisa memperbaiki mutu produk sebelum berjualan di kawasan yang dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan.
Sementara itu, mekanisme penggunaan tenan masih dibahas. Pilihannya mencakup penggunaan booth yang disediakan pemerintah atau gerobak milik pedagang sendiri.
“Kami masih mendalami polanya. Mengingat saat ini fokus utama penuntasan proyek masih berkejaran dengan target penyelesaian fisik hingga akhir tahun ini,” jelasnya.
Celni memperkirakan pedagang baru bisa mulai menempati kawasan tersebut pada 2027. Saat ini, pekerjaan fisik Teras Samarinda II masih dikebut agar selesai sesuai target akhir tahun.
“Karena saat ini Teras Samarinda tahap II ada perbaikan-perbaikan penyelesaian, yang harus segera diselesaikan sampai di akhir tahun ini. Jadi kemungkinan 2027 dapat terealisasi,” demikian Celni. (Adv)
